• Bisnis Exclusive

    Create your own banner at mybannermaker.com!
  • Create 

your own banner at mybannermaker.com!
  • Daftar DBS

MELACAK MLM SYARI’AH

Saat ini, keberadaan Multi Level Marketing Syari’ah masih menjadi kontroversi bagi sebagian masyarakat ekonomi syari’ah. Berbagai alasan menjadi penyebab keraguan masyarakat akan kehalalan MLM. Menurut Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc , dalam kolom ”Ustadz Menjawab” di http://www.eramuslim.com, ada beberapa hal yang perlu diteliti, sebelum memberi cap halal ataupun haram, pada sebuah MLM.
Hukum dasar MLM, seperti halnya masalah muamalah yang lain, adalah mubah, sampai nanti ada hal-hal yang dilarang dalam syariah islam. Namun MLM konvensional kerap kali mengindikasikan riba (memutar dana yang terkumpul), gharar (penipuan), dharar (hal-hal yang membahayakan, merugikan, atau menzhalimi pihak lain), dan jahalah (ketidaktransparanan dalam sistem dan aturan). Jangan terburu-buru dulu memvonis sebuah MLM, sebelum diketahui secara pasti tentang keempat hal itu.
Namun, sebelum memberi cap syari’ah, hendaknya juga dipastikan dulu legalisasi syari’ah dari perusahaan MLM yang bersangkutan. Apakah dewan syari’ahnya benar-benar berfungsi, atau hanya sekedar label ? Kemudian, barang-barang yang dijual dalam MLM itu juga harus benar-benar halal dan bukan merupakan produk musuh Islam. Selain itu, jangan sampai MLM tersebut berdusta dengan memberi mimpi semu tentang jadi milyuner dalam waktu singkat, bonus mewah, dan lain-lain, yang hanya akan membuat orang bermimpi belaka.
Diluar masalah-masalah tersebut, juga perlu diperhatikan bahwa MLM tidak boleh sampai mematikan kreatifitas dan produktifitas umat Islam. Umat ini butuh orang-orang yang mampu berkreasi, mencipta, melakukan aktifitas seni, menemukan hal-hal baru, mendidik, memberikan pelayanan kepada ummat dan pekerjaan pekerjaan mulia lainnya. Kalau semua potensi umat ini tersedot ke dalam bisnis pemasaran, maka matilah kreatifitas umat dan mereka hanya sibuk di satu bidang saja yaitu: B E R J U A L A N produk sebuah industri, ungkap Ust. H. Ahmad Sarwat.
Salah satu hal yang paling `mengganggu` dari sistem pemasaran langsung adalah metode pendekatan penawarannya itu sendiri. Karena memang di situlah ujung tombak dari sistem penjualan langsung dan sekaligus juga di situlah titik yang menimbulkan masalah. Banyak orang akan membeli suatu produk, hanya karena merasa tidak bisa menolak saat ditawari oleh teman lamanya, atau saudara jauhnya.
Bagaimanapun juga, jika ada sebuah MLM yang memang syar’i, dan menawarkan produk halal made in Indonesia, apakah kita masih akan memilih produk yang diragukan kehalalannya ? Perkembangan MLM konvensional yang notabene terindikasi riba, gharar, dharar, dan jahalah, telah merajalela. Bagaimana kita akan menghadapinya ? Sedangkan produk-produk berunsur syubhat beredar luas di pasaran dengan iklan-iklan yang tidak syar’i terpampang di televisi. Semua ini merupakan PR bagi masyarakat ekonomi syari’ah, agar bergerak cepat mencegah kerusakan masyarakat lebih lanjut, dengan membumikan ekonomi syari’ah.

Sumber Artikel : http://muttaqiena.blogspot.com/2008/01/melacak-mlm-syariah.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: